Tuesday, June 12, 2007

DAMAI


Karya Yovita Un Bria

Damai,
Kata, rangkaian lima huruf
Mudah diucapkan bibir
pencipta melodi di telinga

Damai,
Kau kandung seribu makna
ungkapan sejuta jiwa
sang insan pencari

Damai,
Penjanji harapan
Pengundang aksi
para musafir pencintamu

Damai,
Hargamu bermiliaran rupiah
Penangkal teror berkepanjangan
Pejuangmu dielu-elukan dunia

Damai,
Dicari penghuni bayangan surga
Yang hidupi alam pertempuran,
Yang jalani lorong kebisingan

Damai,
Hanya karenamu
gelora gelombang lautan merah,
pecah penuhi angkasa, samudera dan buana

Damai, oh Damai,
Andaikan saja dirimu mudah dirangkul,
andaikan saja nilaimu dipahami,
tak bakal kau diterlantarkan

Yogyakarta, 8 April 2007

1 comment:

Yohanes Manhitu said...

Hi, Ms. Vita. Terima kasih untuk puisimu ini dan profisiat atas kehadiran blog baru yang indah ini di jagat siber. Izinkanlah saya mencoba berkomentar tentang DAMAI. DAMAI itu rangkaian huruf yang senantiasa meluncur dari mulut manusia-manusia yang merindukan tetesan embun kesentosaan. DAMAI itu kata yang dimusuhi para produsen senjata-senjata pencabut nyawa sejuta insan tak berdosa. DAMAI itu ucapan yang melambangkan kepolosan, keluguan, kenaifan, dan kesucian. Semoga DAMAI senatiasa merajai hati kita semua, para penghuni jagat ini. Teruslah berkarya. Semoga pantang mundur.